Puisi "Surat Dari Ibu"

 SURAT DARI IBU

Pergi ke dunia luas, anakku sayang
Pergi ke hidup bebas!
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan dalam rimba dan padang hijau.

Pergi ke laut lepas, anakku sayang
Pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang dan warna senja belum kemerahan-merahan menutup pintu waktu lampau.

Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nakhoda sudah tahu pedoman
Boleh engkau datang padaku!

Kembali pulang, anakku sayang kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita

"Tentang tinta dan hidupmu pagi hari"
(Asrul Sani, 1948)

Isi dan penjelasan setiap bait puisi "Surat Dari Ibu"

Bait 1
Menceritakan tentang harapan
dari orang tua kepada anak-anaknya untuk meraih cita-cita setinggi langit
Seorang anak yang telah tumbuh dewasa
perlu mencari jati dirinya. Pergi ke dunia luas, pergi ke hidup bebas, selama angin masih angin buritan, matahari pagi menyinar.

Bait 2
Menceritakan harapan seorang ibu agar anaknya pantang menyerah ketika sedang pergi ke dunia luas selama hari belum petang, warna senja belum kemerah-merahan.

Bait 3.
Menggambarkan perhatian penyair terhadap suasana di sekitar lautan, yang mempertegas harapan seorang ibu kepada anaknya yang boleh pulang jika anaknya sudah cukup memperoleh ilmu atau pengalaman. Bayang telah pudar, elang laut pulang ke sarang, angin bertiup ke benua, tiang-tiang akan kering sendiri, nakhoda sudah tahu pedoman.

Bait 4 
Menceritakan impian seorang ibu jika anaknya pulang kembali. kembali ke balik malam, kita akan bercerita.

Kesimpulan Makna puisi "Surat Dari Ibu"

Puisi ini adalah ungkapan hati seorang ibu melalui sebuah surat yang berisi harapan dan impian sang ibu. Keinginan seorang ibu kepada anaknya agar anaknya pergi ke dunia yang luas selama masih ada kesempatan. Agar anaknya mengenal dunia luas dan berharap anaknya pulang setelah cukup menerima pengalaman dari dunia.

Komentar